Strategi dan Implementasi Pendidikan ANti Korupsi

A.  Strategi, dan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi
1.      Strategi dan implementasi pendidikan anti korupsi
Untuk dapat memberantas bahaya laten korupsi yang kian berkembang baik dan merusak semua aspek kehidupan, maka perlu adanya pengupayaan strategi yang jitu dalam menangani berbagai kasus korupsi di negara ini. Ketika sudah di temukan strategi yang tepat maka upaya dalam memberantas korupsi dapat dengan mudah di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan anti korupsi ada beberapa mata pelajaran tertentu yang konsen pada penanganan dan penindakan korupsi, seperti pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan ilmu pengetahuan sosial.
Sebelum adanya implementasi dari strategi pemberantasan korupsi, hendaknya dapat di identifikasikan terlebih dahulu nilai-nilai apa saja yang mesti di kembangkan dalam pendidikan anti korupsi di lembaga pendidikan
1.         Identifikasi nilai-nilai anti korupsi
Identifikasi nilai-nilai anti korupsi amatlah perlu guna untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang harus di kembangkan dalam diri peserta didik supaya dapat menumbuh kembangkan sikap dan prilaku yang anti korupsi sehingga nilai-nilai ini dapat melekat dalam jiwa dan setiap tindakan yang ia lakukan dan tetap pda koridor yang baik dan benar.
       Berdasarkan hasil identifikasi ada beberapa nilai-nilai yang akan di bahas dalam pendidikan anti korupsi di lembaga pendidikan. Nilai-nilai anti korupsi tersebut adalah sebagai berikut:
a.         Jujur
Jujur dapat didefinisiakan sebagai tulus hati, tidak sombong, dan tidak curang. Jujur adalah salah satu sifat yang snagat penting bagi kehidupan peseta hidup. Tanpa sifat jujur seseorang tidak akan dipercaya dalam kehidupan sosialnya. Nilai-nilai kejujuran dapat diberikan dalam bentuk tidak melakukan curang akademik. Misalnya tidak mencontek, tidak melakukan lagiarisme, dan tidak memalsukan nilai. Dan kejujuran juga dapat dilakukan ketika peseta didik diberikan tugas kelompok/diskusi kelompok berupa makalah ilmiah, baik berupa makalah penelitian ilmiah ataupun kajian perpustakaan, kemudian peserta didik dapat mempertanggungjawabkannya hasil makalah ilmiah tersebut.
b.   TanggungJawab
Tanggung jawab adalah menerima segala sesuatu dari sebuah perbuatan yang salah, baik itu di sengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab tersebut merupakan bentuk perwujudan kesadaran dan kewajiban menerima dan menyelesaikan semua masalah yang telah dilakukan. Tanggung jawab juga meripakan suatu pengabdian dan pengorbanan. Tanggung jawab merupakan nilai penting yang harus dihayati oleh peserta didik. Peranan nilai tanggung jawab antara lain dapat diwujudkan dalam bentuk belajar sungguh-sungguh, lulus tepat waktu dengan nilai yang baik, mengerjakan tugas sekolah dengan baik, menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan.
c.    Disiplin
Disiplin adalah ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan. Dalam kehidupan ini kedisiplinan amatlah penting untuk kesuksesan seseorang, baik disiplin waktu maupun disiplin dalam menjalankan aktifitas kehidupan sehari-hari. Hidup disiplin bagi peserta didikadalah dapat mengatur dan mengelola waktu yang ada untuk dpregunakan dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan tugas baik dalam likup akademik sekolah maupun dalam kehidupan sosial.
Manfaat dari hidup disiplin adalah peserta didik dapat mencapai tujuan hidupnya dengan waktu yang lebih efensien. Dengan semangat disiplin akan membuat orang lain percaya dalam mengelola suatu kepercayaan. Disiplin dalam belajar perlo dimiliki oleh peserta didik agar diperoleh hasil pembelajaran yang maksimal.
Nilai kedisiplinan dapat diwujudkan antara lain dalam bentuk mengatur waktudengan baik, kepatuhan kepada seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku di sekolah, mengerjakan segala sesuatunya tepat waktu, dan fokos pada pekerjaan.
d.   Sederhana
Gaya hidup peserta didik merupakan hal yang penting dalam interaksi dangan masyarakat sekitarnya. gaya hidup sederhana sebaiknya perlu di kembangkan sejak peserta didik mengayam masa pendidikannya. Dengan gaya hidup sederhan, peserta didik di bina untuk memperiotsakan kebutuha di atas keinginannya. Prinsip hiemampian dup sederhana dapat mengatasi permasalahan kesenjangan sosial, iri, dengki, tamak, egois,dan sikapa-sikap negatif lainnya.
Prinsip hidup sederhana juga menghindari seseorang dari keinganan yang berlebihan. Nilai kesederhanan dapat di terapkan oleh peserta didik dengan kehidupan sehari-hari baik di sekaolah maupun di luar sekolah, misalnya hidup sesuai dengan kemampuan, hidup sesuai kebutuhan, tidak suka pamer kekayaan, dan lain sebagainya.
e.    Mandiri
Mandiri dapat di artikan sebagai proses pendewasaan diri yaitu tidak bergantung kepada orang lain untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Sebagai peserta didik, hal ini amatlah penting untuk masa depannya dimana peserta didik tersebut harus mengatur hidupnya dan orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya tidak mungkin orang yang tidak dapat mandiri akan mampu mengatur hidup orang lain.
Peserta didk di tuntut untuk mengerjakan semua tanggungjawab dengan usaha sendiri. Untuk melihat kemandirian peserta didik, nilai kemandirian dapat diwujudkan antara lain dalam membentuk mengerjakan soal ujian secara mandiri, mengerjakan tugas-tugas sekolah secara mandiri, dan menyelenggarakan kegiatan siswa secara swadana.
f.     KerjaKeras
Bekerja keras di dasari dengan adanya kemauan. Di dalam kata “kemauan” terkandung ketekadan, kekuatan, daya tahan, daya kerja, pendirian, keberanian, ketabahan, keteguhan, dan pantang mundur. Kerja keras penting sekali bagi peserta didik, karena kemauan peserta didik harus berkembang ke taraf yang lebih tinggi karena harus menguasai diri sepenuhnya lebih dulu untuk bisa menguasai orang lain. Seseorang yang penuh dengan harapan dan percaya diri, maka akan menjadi lebih kuat dalam melaksanakan pekerjaannya.
Bekerja keras merupakan hal yang penting guna tercapainya hasil yang sesuai dengan target. Akan tetapi, bekerja keras akan menjadikan tidak berguna jika tanpa ada pengetahuan. Disekolah peserta didik dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan. Nilai kerja keras dapat diwujudkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam melakukan sesuatu menghargai proses bukan hasil semata, tidak melakukan jalan pintas, belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan sungguh-sungguh.
g.    Adil
Berdasarkan arti katanya, adil adalah sama berat, tidak berat sebelah, dan tidak memihak.Menumbuhkembangkan sikap adil dalam diri pesertadidik perlu sekali dibina sejak masa sekolahnya agar peserta didik dapat belajar mempertimbangkan dan mengambil keputusan secara adil dan benar, sehingga dalam kehidupan seharni-hari nilai keadilan ini dapat menjadi pijakan utama dalam setiap tindakannya disekolah maupun dilingkungan masyarakatnya. Nilai keadilan dapat diwujudkan dalam bentuk memberikan pujian tulus kepada kawan yang berprestasi, memberikan saran perbaikan dan semangat kepada kawan yang tidak berprestasi, tidak memilih kawan berdasarkan latar belakang sosialnya.
b.      Berani
Keberani amat perlu untuk menunjang kesuksesan peserta didik. Di mana peserta didik harus berani bersikap jika melihat sesuatu yang salah dan melanggar aturan, menegur teman yang salah, bertanggung jawab ketika salah, serta dalam proses pembelajaran, peserta didik harus berani untuk bertanya tentang apa yang tidak diketahuinya. Nilai keberanian ini bukan semata-mata untuk belajar bertanggung jawab atas kesalahan yang ia perbuat melainkan menjadi bekal yang berguna untuk dirinya dan masyarakat kelak. Keberanian yang terpaut oleh keyakinan yang kuat akan membuat peserta didik semakin mantap dan penuh semangat dalam belajar.
c.       peduli

  1.      Arti kata peduli adalah mengindahkan, memperhatikan, dan menghiraukan. Nilai                   kepedulian                      amat penting bagi seorang peserta didik sebagai calon pemimpin            masa depan, seorang peserta                 didik perlu memiliki rasa kepedulian terhadap                    lingkungannya, baik lingkungan sekolah maupun                masyarakat. Rasa kepedulian peserta     didik harus mulai ditumbuhkan sejak berada disekolah.                    Peserta      didik juga                dituntut     untuk peduli terhadap proses belajar mengajar disekolah. Peserta didik juga dituntut      untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya .

Komentar

Postingan Populer