Pengertian Kreativitas Anak
A.
Pengertian Kreativitas Anak
Kreativitas anak adalah segala proses yang dilalui oleh
anak dalam rangka melakukan, mempelajari, dan menemukan sesuatu yang baru yang
berguna bagi kehidupan dirinya dan orang lain. Krativitas adalah kemampuan
seorang anak untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun
karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada. James J. Gallagher
mengatakan bahwa “Creativityis amental
process by which an individual creates new ideas or products, or recombines
extisting ideas and product, in fashion that is novel to him or her” (kreativitas
merupakan suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan ataupun
produk baru, atau mengkombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya melekat
pada dirinya). Kreativitas merupakan pengalaman dalam mengekspresikan dan
mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara hubungan diri
sendiri, alam, dan orang lain. Pada umumnya definisi kreativitas dirumuskan
dalam istilah “Four P’s of Crativity: Person, Process, Press, Product”.
Keempat P ini saling berkaitan: Pribadi yang kreatif yang melibatkan diri dalam
proses kreatif, dan dengan dukungan dan dorongan (press) dan lingkungan, akan
menghasilkan kreativitas. Disinalah peran orang tua untuk mendorong anak untuk
berkreativitas karena lingkungannya mendorong untuk kreatif.
Kreativitas
anak juga termasuk salah hal yang tak terlihat. Karena itu, membangun
kreativitas anak biasanya diabaikan oleh para orang tua. Diabaikan karena,
ibarat membangun pondasi sebuah gedung mewah. Pondasi itu terletak jauh di
dalam tanah tidak kelihatan. Oleh karena itu, para ahli biasanya membantu kita
sedemikian rupa agar kegitan tersebut kelihatan dan teratur.
Adapun
siapa yang seharusnya membungun kreativitas, jawabannya tentu saja anak-anak
yang bersangkutan bersama-sama dengan orang tuanya. Semua terlibat dalam proses
pembangunan tersebut. Proses keterlibatan anak inilah yang disebut sebagai proses kreativitas anak atau
biasa disebut dengan proses kreatif.
Proses
kreatif terjadi jika dibangkitkan melalui masalah yang memacu pada lima macam
prilaku kreatif, sebagai berikut:
1.
Fluency (kelancaran),
yaitu kemampuan memgemukakan ide yang serupa untuk memecahkan suatu masalah.
2. Flexibility
(keluwesan), yaitu kemampuaan untuk menghasilkan berbagai macam ide guna
memecahkan suatu masalah di luar kategori yang biasa.
3.
Originality (keaslian),
yaitu kemampuan memberikan respons yang unik atau luar biasa.
4.
Elaboration (keterperincian),
yaitu kemampuan menyatakan pengarahan ide secara terperinci untuk mewujudkan
ide menjadi kenyataan.
Sensitivity (kepekaan), yaitu
kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah sebagai tanggapan terhadap suatu
situasi.
Komentar
Posting Komentar