Kebutuhan Anak Terhadap Aktivitas Kreatif
Kebutuhan Anak Terhadap Aktivitas Kreatif
Potensi
kreativitas anak membutuhkan aktivitas yang syarat dengan ide kreatif:
a.
Menumbuhkan
Sikap Dasar Kreatif pada Anak
Untuk mempertahankan daya kreatif,
peran orang tua memperhatikan sikap-sikap natural pada anak untuk menunjang
kreativitasnya, sebagai berikut:
1. Pesona dan Rasa Takjub
Sifat terpesona dan rasa takjub
terhadap sesuatu, merupakan sifat khas anak-anak mereka dapat melihat dan
mengamati dengan detil benda-benda di sekitarnya dan merasakan kehebatannya.
Sebagai contoh; dalam mengamati seekor kepik, anak-anak akan mengagumi keindahan
sayapnya yang totol-totol, badanya yang seperti kura-kura namun berukuran mini,
dan tiba-tiba ia dapat terbang, anak-anak pasti terpengaruh dan mengikuti ke
arah mana terbangnya. Anak-anak sangat pandai mensyukuri dan mengakui kehebatan
Tuhan sebagai penciptanya.Rasa takjub ini dapat hilang jika lingkungan tidak
belajar pada anak untuk menghargai alam dengan segala keajaiban pencipta.Apa
yang dapat dilakukan orang tua. Disinilah peran orang tua untuk membantu
mempertahankan kemurnian anak adalah dengan menghargai, mendengarkan dan
menerima anak apa adanya. Oang tua dapat terlibat dalam kekaguman anak.
2. Mengembangkan Imajinasi
Imajinasi merupakan dunia yang
identik, dengan anak.Dengan kekayaan inilah segala sesuatu menjadi mungkin bagi
seorang anak dan tidak ada yang mustahil.Banyak orang beranggapan bahwa
imajinasi itu tidak berguna dan tidak ada manfaatnya bagi kehidupan.Padahal
kita kita ketahui dalam keseharian kita manusia sekarang ini banyak dibantu
oleh produk-produk yang dahulunya masih sebuah khayalan.Salah satu contoh;
pesawat terbang merupakan hasil khayalan Twight bersaudara yang yang iterbang
seperti burung. Salah satu upaya yang dapat dilakukan orang tua adalah
memahami, menghargai, dan mendukung imajinasi anak serta mengajak anak untuk belajar
mewujudkan khayalannya sehingga berguna bagi yang lain.
3. Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu merupakan sifat
dasar kreativitas. Sebelum anak menciptakan karya atau gagasan baru, diawali
oleh sikaf rasa ingin tahunya terhadap sesuatu, setelah sesuatu dieksplorasi
secara mendalam barulah ia dapat menciptakan karya yang baru dan berbeda
berdasarkan pengayaannya terhadap objek yang diamati.
4. Banyak Bertanya
Masa awal kanak-kanak sangat diawali
dengan aktivitas banyak bertanya.Segala sesuatu yang lama apalagi yang baru
tidak luput dari pertanyaannya.Karena bertanya adalah kunci terbukanya ilmu
pengertahuan.Tanpa keterampilan bertanya mustahil ilmu-ilmu dapat terungkap.
Demikian empat sifat natural yang
keberadaannya sangat mendasar dan senantiasa diperlukan dalam rentang kehidupan
manusia, keempat sifat tersebut harus dipelihara dan dipupuk sehingga tidak
termakan usia. Orang dewasa ada sebaiknya justru perlu belajar pada anak dan
mengenali cara mereka mempelajari sesuatu. Dengan sifat alaminya ini anak dapat
belajar secara efektif, dan bersifat murni lepas dari berbagai kepentingan
material.[1]
Komentar
Posting Komentar