Ciri-ciri Korupsi dan Faktor Korupsi

A.      Ciri-Ciri Korupsi Dan Faktor Korupsi
1.    Ciri-Ciri Korupsi
Ciri-Ciri korupsi dijelaskan oleh Shed Husein Alatas dalam bukunya Sosiologi Korupsi sebagai berikut.
a.       Korupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang. Hal ini tidak sama dengan kasus pencurian atau penipuan. Seorang operator yang korup sesungguhnya tidak ada dan kasus itu biasanya termasuk dalam pengertian penggelapan (fraud­). Contohnya adalah pernyataan tentang perjalanan atau rekening hotel. Namun, disini seringkali ada pengertian diam-diam diantara pejabat yang mempraktikkan berbagai penipuan agar situasi ini terjadi. Salah satu cara penipuan adalah permintaan uang saku yang berlebihan, hal ini biasanya dilakukan dengan mningkatkan frekuensi perjalanan dalam pelaksanaan tugas. Kasus seperti inilah yang dilakukan oleh para elit politik sekarang yang kemudian mengakibatkan polemik di masyarakat.
b.      Korupsi pada umumnya dilakukan secara rahasia, kecuali korupsi itu telah merajalela yang begitu dalam sehingga individu yang berkuasa dan mereka yang berada dalam lingkungannya tidak tergoda untuk menyembunyikan perbuatannya. Namun, walaupun demikian motif tetap dijaga kerahasiaannya.
c.       Korupsimelibatkanelemenkewajibandankeuntungantimbalbalik. kewajibandankeuntunganitutidakselaluberupauang.
a. Mereka yang mempraktikkancara-carakorupsibiasanyaberusahauntukmenyelubungiperbuatannyadenganberlindungdibalikpembenaranhukum.
b.      Mereka yang terlibat korupsi menginginkan keputusan yang tegas dan mampu untuk mempengaruhi keputusan-keputusan itu.
c.       Setiap perbuatan korupsi mengandung penipuan, biasanya dilakukan oleh badan publik atau umum (masyarakat).
d.      Setiap bentuk korupsi adalah suatu pengkhianatan kepercayaan.
2.    Faktor Penyebab Korupsi
Faktor-faktor penyebab terjadinya korupsi adalah sebagai berikut.
a.       Lemahnya pendidikan agama dan etika.
b.      Kolonialisme. Suatu pemerintahan asing tidak menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperluakan untuk membendung korupsi.
c.       Kurangnya pendidikan. Namun kenyataannya sekarang kasus-kasus korupsi di Indonesia dilakukan oleh para koruptor yang memiliki kemampuan intelaktual yang tinggi, terpelajar dan terpandang sehingga alasan ini dapat dikatakan kurang tepat.
d.      Kemiskinan. Pada kasus korupsi yang merebak di Indonesia, para pelakunya bukan didasari oleh kemiskinan melainkan keserakahan, sebab mereka bukanlah dari kalangan yang tidak mampu melainkan para konglomerat.
e.       Tidak ada saksi yang keras.
f.       Kelangkaan lingkungan yang subur untuk melakukan anti korupsi.
g.      Struktur pemerintahan.
h.      Perubahan radikal. Pada saat sistem nilai mengalami perubhan radikal, korupsi muncul sebagai suatu penyakit transisional.
i.        Keadaan masyarakat. Korupsi dalam suatu birokrasi bisa mencerminkan keadaan masyarakat secara keseluruhan.
Faktor yang paling penting dalam dinamika korupsi adalah keadaan moral dan interaktual para pemimpin masyarakat. Keadaan moral dan interaktual dalam konfigurasi kondisi-kondisi yang lain. Beberapa faktor yang dapat menjinakkan korupsi, walaupun tidak akan memberantasnya adalah
1)        Keterikatan positif pada pemerintahan dan keterlibatan spiritual serta tugas kemajuan nasionaldan publik maupun biokrasi;
2)        Administrasi yang efisien serta penyesuaian struktural yang layak dari mesin dan aturan pemerintah sehingga menhindari penciptaan sumber-sumber korupsi;
3)        Kondisi sejarah dan sosiologis yang menguntungkan;
4)        Berfungsinya suatu sistem yang antikorupsi;
Kepemimpinan kelompok yang berpengaruh dengan standar moral dan intelektual yang tinggi.

Komentar

Postingan Populer