Ciri-ciri Anak Kreatif
A. Ciri-ciri
Anak Kreatif
Ciri-ciri
kreatif antara lain:
1. Berpikir lancar
Anak kreatif mampu memberikan banyak jawaban terhadap
suatu pertanyaan yang kita berikan. Dalam kejadian sehari-hari, kita sering
bertanya “apa”, maka sering pula dijawab dengan banyak jawaban, meskipun
kadang-kadang jawabannya agak melencong “ngaco”. Namun, itulah salah satu
kehebatan anak kreatif. Dalam jangka panjang, anak kreatif mampu memberikan
banyak solusi atas masalah yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat penting untuk
dikembangkan karena dimasa depannya hidup akan penuh masalah dan tantangan.
Dengan kreativitasnya, maka ia akan lebih mudah menjawab masalah dan tantangan
tersebut.
2. Fleksibel dalam berpikir
Anak kreatif mampu melihat suatu masalah
dari berbagai sudut pandang (fleksibel), sehingga ia mampu memberikan jawaban
variatif. Hal ini akan memudahkannya menjalankan kehidupan dan menyesuaikan
diri dalam berbagai keadaan. Sering kali tanpa kita sadari, anak memberikan
jawaban atau komentar yang solutif atas pertanyaan kita. Misalnya, “Si Bibi kemana
sih, jam segini belum datang, dasar malas menunda-nunda pekerjaan terus…,”
dengan tiba-tiba ia berkata ”Mungkin Bibi sakit, Bu”.
3.
Orisinil (asli) dalam berpikir
Anak kreatif mampu memberikan jawaban-jawaban yang
jarang diberikan anak lain. Jawaban-jawaban baru yang tidak lazim diungkapkan
anak-anak atau kadang tak terpikiran orang lain, diluar perkiraan dan khas.
Misalnya, sang Ibu mempertanyakan baju anaknya yang kotor dengan nada sedikit
kesal. “Sayang, kenapa bajumu kotor begini sih, Ibu kan sudah bilang jangan
kotor-kotoran?” Jawaban si anak. “Tadi kecipratan air hujan, Bu. Teman-teman
pada main ciprat-cipratan air hujan sama lumpur. Lagian kalau hujan kan Ibu
seneng banyak air buat nyuci sama mandi”.
4. Elaborasi
Anak kreatif mampu memberikan banyak gagasan dengan
menggabungkan beberapa ide atas jawaban yang dikemukakan, sehingga ia mampu
untuk mengembangkan, memperkaya jawabannya secara rinci dan detail hingga
hal-hal kecil. Misalnya, “Mengapa rumah berantakan? “jawab si anak” ini resiko,
Bu. Aku kan main, bolak-balik ke dapur ngambil makanan dan minuman, lari-lari,
ketendang, jadi tumpah deh. Namanya juga main”.
5. Imajinatif
Anak kreatif memiliki daya khayal atau imajinasi yang
ia aplikasikan dalam kegiatannya sehari-hari. Ia menyukai imajinasi dan sering
bermain peran imajinasi. Misalnya ia membayangkan dirinya sebagai Ibu, maka ia
akan berperan sebagai Ibu dalam segi bicara dan perilakunya. Dalam tataran anak
remaja, imajinasi ini biasanya berupa fiksi ilmiah, yakni sudah cukup mampu
mengembangkan imajinasinya dalam bentuk-bentuk keilmuan, seperti menulis cerpen
atau naskah drama, menciptakan lirik lagu, bermusik dengan genre tertentu, dan
lain-lain.
6. Senang menjajaki lingkungannya
Anak kreatif senang dengan bermain. Bermain dan
permainannya itu selain menyenangkannya juga membuatnya banyak belajar. Ia bisa
mengumpulkan dan meneliti mahluk hidup, serta benda mati yang ada di lingkungannya.
Hal ini tentu saja bermanfaat untuk masa depannya karena ia akan selalu belajar
dan mengasah rasa ingin tahunya terhadap sesuatu secara mendalam. Ciri ini juga
terkait dengan kecerdasan anak secara naturalis. Misalnya, karena ia senang
meneliti mahluk hidup, maka ia senang memelihara binatang atau tanaman yang
disukainya dan memberinya nama.
7. Banyak mengajukan pertanyaan
Anak kreatif sangat suka mengajukan pertanyaan, baik
secara spontan yang berkaitan dengan pengalaman barunya maupun hasil ia berpikir.
Sering kali pertanyaan yang diajukannya membuat kita sulit dan merasa terjebak.
Karena itu, kita harus memiliki strategi yang tepat dengan berhati-hati
memberikan pertanyaan dan harus siap dengan jawaban yang membuatnya mengerti.
Misalnya, kita mengajarkan bahwa Tuhan selalu melihat kita dan tahu perbuatan
kita karena Tuhan itu ada dimana-mana, maka ia dapat menagajukan pertanyaan
“Tuhan itu laki-laki atau perempuan Tuhan itu ada banyak ya? Kan ada
dimana-mana?”. Jika kita tidak berikan jawaban yang memuaskannya, maka ia akan
terus mengajukan pertanyaan.
8. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
Anak kreatif suka memperhatikan sesuatu yang dianggap
menarik dan mendalaminya sampai puas. Rasa ingin tahu anak kreatif sangat
tinggi, sehingga ia tak akan melewatkan kesempatan untuk bertanya. Karena itu,
kita sering dibuatnya agak kewalahan bahkan jengkel dengan menganggap anak kita
bawel. Padahal itulah kehebatannya,
rasa ingin tahunya akan membuatnya haus ilmu, memiliki daya kritis dalam berpikir
dan tidak cepat percaya dengan ucapan orang sebelum membuktikan kebenarannya.
Misalnya, kita sedang bertamu kerumah seseorang. Ia melihat kristal yang
menarik. Matanya selalu tertuju kesana dan pelan-pelan mendekati kristal itu,
diangkat…lalu jatuh dan pecah. Ia berkata “Habis berat sih, jadi dibagi dua
saja, deh!” Reaksi kita tentu saja kesal, marah dan merasa malu. Karena itu,
fokus dan konsentrasi terhadap anak kreatif harus benar-benar diperhatikan.
Cara berpikirnya yang cepat dan lancar akan membuatnya mudah bertindak
memuaskan keingin tahuannya.
9. Suka melakukan eksperimen
Anak kreatif suka melakukan percobaan dengan berbagai
cara untuk memuaskan rasa penasaran dan rasa ingin tahunya. Karena itu,
sebagaimana contoh diatas, orang tua harus banyak mendampingi dan
membimbingnya, tetapi tidak bertujuan menghambat atau terlalu mencampuri
eksperimennya itu. Memberikan penjelasan tentang baik dan buruknya sesuatu
lebih baik dari pada berkata “jangan” atau “tidak boleh”.
10. Suka menerima rangsangan baru
Anak kreatif suka mendapatkan stimulus atau rangsangan
baru, serta tebuka terhadap pengalaman baru. Hal ini berkaitan dengan rasa
ingin tahunya dan kesukaanya bereksperimen. Semakin banyak stimulus yang kita
berikan, maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapatkannya dan semakin
banyak pula percobaan yang dilakukannya, sehingga proses dan kemampuan
berpikirnya akan terus berkembang dan mengasah kecerdasan otaknya.
11. Berminat melakukan banyak hal
Anak kreatif memiliki minat yang besar terhadap banyak
hal. Ia suka melakukan hal-hal yang baru, dan tidak takut terhadap tantangan.
Dengan mengetahui antusiasme dari minatnya terhadap sesuatu akan membantu orang
tua mengenali bakat anak, sehingga sejak dini bisa mengembangkan minat dan
bakatnya secara berdampingan. Selain itu, keberanian melakukan hal-hal baru
dapat memupuk rasa pecaya dirinya yang bermanpaat untuk perkembangan
kepribadiannya kelak.
12. Tidak mudah merasa bosan
Anak kreatif tidak mudah bosan melakukan
sesuatu. Ia akan melakukan sampai ia merasa benar-benar puas. Jika sudah puas,
maka ia akan meakukan sesuatu yang lain lagi. Inilah ciri kreativitasnya yang menonjol.
Ketidak bosanan merupakan aset berharga yang akan membuatnya terus mencari
hal-hal yang dapat menginspirasinya untuk berkreasi dan berinovasi dengan
hal-hal yang dialaminya dan dilihatnya, sehingga proseskreatifnya terus
berjalan seiring pertumbuhan usianya.
Komentar
Posting Komentar